Slawipos.com – Randudongkal Pemalang akan dijadikan kawasan Central Business District, Kecamatan Randudongkal, Pemalang akan dijadikan kawasan Central Business District (CBD) atau kawasan bisnis terpadu.

Hal itu terungkap dalam rapat forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Kecamatan Randudongkal, kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemalang Mu’minun menyampaikan, acuan Kecamatan Randudongkal akan dijadikan kawasan CBD, karena saat Natal dan Tahun Baru, serta lebaran, biasanya terjadi kemacetan.

Hal itu dikarenakan arus padat. Mau tidak mau kendaraan jalannya akan pelan sekali.

“Kita pakai yang satu arah di wilayah sana, terutama di area pasar. Agar ekonomi yang mobilitasnya sangat tinggi terutama para pedagang dan pedagang kaki lima terkoneksi dengan angkutan dan lain-lain, termasuk faktor keselamatan. Ini yang akan kita rintis,” jelasnya.

Mu’minum mengatkaan, rencananya mudah-mudahan di tahun 2023 sudah mulai yang nanti dilaksanakan oleh Dinas Perkim, kolaborasi dengan dinas lainnya.

Menurutnya, ini baru sebatas sosialisasi. Pelaksanaannya nanti setelah dilakukan uji coba pada Nataru (Natal dan Tahun Baru) yang akan datang.

Baca Juga :   Ganjar Prioritaskan Perubahan APBD Jawa Tengah 2022 untuk Bantuan Sosial

“Saya yakin, nanti di 2023 mudah-mudahan memungkinkan, semua dari penganggaran dan lain-lain. Dan Pak Bupati juga sudah setuju, karena ini berbasis pada kepentingan keluarga masyarakat,” kata dia.

Kasatlantas Polres Pemalang AKP Achmad Riedwan Prevoost menambahkan, dari kepolisian sangat mendukung dengan adanya pasar modern yang akan dilaksanakan di Kecamatan Randudongkal.

Tapi perlu diingatkan juga, program ini akan dilakukan dan didukung secara bersama-sama. Bukan hanya tugas Polri saja, tapi harus bersama-sama, termasuk peran dari warga masyarakat.

“Kita akan membuat manajemen rekayasa lalu lintas, dimana apabila terjadi krodit ataupun kemacetan, kita biasa ada perencanaan untuk pengendalian arusnya. Sehingga pada saat nanti terealisasi dan terwujud, itu bisa menghindari terjadinya kemacetan dan perekonomian di wilayah tersebut bisa meningkat,” tandas Prevoost.

Terkait pelaksanaan, kata dia, saat ini masih dan sedang dikaji untuk sistemnya. Semoga di tahun 2023 bisa terealisasi. Akan dilaksanakan uji coba di waktu-waktu tertentu. Mungkin dalam waktu dekat ini akan uji coba pada saat libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :   Jalan Provinsi di Jalur Bumiayu-Sirampog Ambles hingga 3 Meter

“Jika nanti nanti sudah terealisasi, kepada masyarakat untuk mentaati peraturan, termasuk nanti ada rambu-rambu baru yang akan dipasang disana,” terangnya.