Rembang Luncurkan Aplikasi Srikandi untuk Pengelolaan Arsip Elektronik

Rembang Luncurkan Aplikasi Srikandi untuk Pengelolaan Arsip Elektronik

REMBANGRembang Luncurkan Aplikasi Srikandi untuk Pengelolaan Arsip Elektronik, Pemerintah Kabupaten Rembang meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) untuk mendukung pengelolaan arsip dan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Aplikasi ini diharapkan dapat menghemat penggunaan kertas dan mempermudah akses informasi.

Aplikasi Srikandi merupakan hasil kerjasama antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang Achmad Sholchan mengatakan, aplikasi ini merupakan terobosan baru dalam bidang kearsipan, yang memungkinkan penciptaan, penggunaan, dan penyusutan arsip secara elektronik.

“Kami berharap, dengan aplikasi ini, kita bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan arsip,” ujarnya, pada acara peluncuran aplikasi Srikandi, sekaligus pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di Hotel Pollos, Kamis (24/8/2023).

Bupati Rembang Abdul Hafiidz menyambut baik peluncuran aplikasi Srikandi, yang menurutnya sangat penting untuk mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Ia juga mengingatkan agar semua pegawai di lingkup Pemkab Rembang dapat menggunakan aplikasi ini dengan baik dan benar.

Baca Juga :   Temanggung Siap Akhiri AIDS 2030, Ini Langkah Konkret Pemerintah dan Komunitas

“Kita harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, yang membawa banyak manfaat bagi kita. Aplikasi Srikandi ini adalah salah satu contohnya, yang bisa membantu kita dalam mengelola arsip dengan mudah dan cepat,” katanya.

Bupati juga berharap agar aplikasi Srikandi dapat dikembangkan lebih lanjut, hingga mencakup tingkat desa. Hal ini bertujuan untuk menyatukan data dan informasi antara kabupaten, kecamatan, dan desa, sehingga tidak ada kesenjangan atau ketimpangan.

“Saya minta kepada Dinarpus Rembang untuk terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar aplikasi Srikandi ini bisa sampai ke desa. Dengan begitu, kita bisa memiliki data yang akurat dan terintegrasi untuk kepentingan pemerintahan maupun masyarakat,” terangnya.