Santri Ponpes Tahfidz Al Musthofa Tebuireng 16 Gelar Upacara Bendera dengan Sarung dan Kopiah

Santri Ponpes Tahfidz Al Musthofa Tebuireng 16 Gelar Upacara Bendera dengan Sarung dan Kopiah

Temanggung – Santri Ponpes Tahfidz Al Musthofa Tebuireng 16 Gelar Upacara Bendera dengan Sarung dan Kopiah, Sebanyak 126 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al Musthofa Tebuireng 16 di Kabupaten Temanggung, mengikuti upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (17/8/2023). Dengan memakai sarung dan kopiah, para santri menunjukkan rasa cinta tanah air dan menghormati para pahlawan dan ulama yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Pengasuh Ponpes Tahfidz Al Musthofa Tebuireng 16, Agus Ahmad Yani, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memupuk jiwa nasionalisme dan menangkal paham radikalisme di kalangan santri. Ia mengatakan bahwa pihak ponpes berusaha sebaik mungkin untuk memberikan pendidikan dan tarbiyah kepada para santri, agar mereka lebih cinta tanah air dengan cara-cara yang lebih konkret di masyarakat.

“Kami berusaha sebaik mungkin, untuk memupuk dengan kita memberikan pendidikan, memberikan tarbiyah wal taqlim kepada para santri di Ponpes ini, untuk lebih cinta tanah air dengan cara-cara yang lebih konkret di masyarakat. Dan dengan cara kita saat ini, yang memupuk cinta kepada para pahlawan, untuk mencintai alam sekitar kita,” kata Agus.

Baca Juga :   288 Pemuda Temanggung Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi dari Dinperinaker

Ia juga mengatakan bahwa para santri berkomitmen untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dan juga para ulama, yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajahan Belanda, maupun Jepang. Ia menambahkan bahwa para santri juga berkomitmen untuk menangkal paham radikalisme, dengan cara pembelajaran secara keagamaan dan pembelajaran ideologi Pancasila.

“Para santri juga berkomitmen untuk menangkal paham radikalisme. Berbagai upaya telah kami lakukan untuk membekali para santri, agar tidak terpapar paham radikalisme, yakni dengan pembelajaran secara keagamaan dan pembelajaran ideologi Pancasila,” ujarnya.

Salah seorang santri, Muhammad Shohibul Haris, mengaku sangat terkesan mengikuti upacara bendera ini. Ia merasa senang dan bangga menjadi petugas membawa bendera merah putih untuk dikibarkan pada upacara ini. Ia mengatakan bahwa ikut upacara ini adalah salah satu cara untuk melatih jiwa rasa cinta tanah air dan memupuk jiwa patriotisme.

“Ikut upacara ini yang pastinya senang, dan juga untuk melatih jiwa rasa cinta tanah air dan memupuk jiwa patriotisme, dan tangkal paham-paham radikalisme,” katanya.

Baca Juga :   Damkar Satpol PP Klaten Gelar Kompetisi Penanganan Kebakaran, Ada 26 Group

Dalam rangkaian peringatan kemerdekaan, selain upacara bendera, pihak ponpes juga menggelar malam tirakatan dan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke para ulama dan pejuang kemerdekaan asal Temanggung.