Bisnis  

Jokowi mengajak pengusaha China untuk berinvestasi di 34 ribu hektare lahan

Jokowi Ajak Investor Tiongkok Berinvestasi di Indonesia

Slawipos.comJokowi mengajak pengusaha China untuk berinvestasi di 34 ribu hektare lahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pengusaha China untuk berinvestasi di 34 ribu hektare (ha) lahan yang sudah siap di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk properti, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Hal ini disampaikan oleh Jokowi saat bertemu dengan pimpinan sejumlah perusahaan China di Chengdu, China. Jokowi mengatakan bahwa Indonesia terbuka untuk mendengarkan masukan dari pengusaha China. Ia juga meminta pengusaha yang hadir untuk menyampaikan apabila menemui kendala saat berinvestasi di Indonesia.

“Ada 34 ribu ha lagi yang sudah siap lahannya dan bisa dimasuki oleh investor untuk properti, untuk kesehatan rumah sakit misalnya, untuk pendidikan, universitas dan juga untuk infrastruktur. Saya tahu (pengusaha) di sini sudah banyak yang masuk (investasi), mungkin bisa menyampaikan kepada rekan yang lain apakah ada kesulitan, apakah ada problem, saya kira bisa disampaikan,” ujarnya seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/7/2023).

Baca Juga :   LinkAja Tawarkan Layanan Pelanggan 24 Jam Tanpa Biaya Pulsa

Pembangunan IKN sendiri telah dimulai pada tahun lalu, khususnya untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Ia menargetkan kegiatan pemerintah pusat bisa dipindah ke IKN pada tahun depan.

“Kita harapkan, setelah itu, tahun ini swasta bisa mulai masuk baik untuk kesehatan, baik untuk pendidikan, research dan data center,” ujarnya.

Di hari yang sama, secara terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pembangunan istana dan kantor presiden di IKN Nusantara sudah mencapai 23,2 persen dan ditargetkan selesai pada Juni 2024.

“Seluruhnya (kantor dan istana presiden) Juni 2024 semua sudah lengkap. Kalau ini kantor presiden kalau Istana Presiden. Kantornya di sini, (bentuk desain) garuda di sini 230 meter lebarnya (sayap garuda),” kata Basuki saat meninjau KIPP IKN.