Ganjar dan Atikoh Dapat Penghargaan dari BKKBN Atas Prestasi Tekan Angka Stunting di Jateng

Ganjar dan Atikoh Dapat Penghargaan dari BKKBN

Slawipos.com – Ganjar dan Atikoh Dapat Penghargaan dari BKKBN Atas Prestasi Tekan Angka Stunting di Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan istrinya Siti Atikoh mendapatkan penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas prestasinya menekan angka stunting di Jateng. Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI), Baharudin saat acara Gebyar Posyandu di GOR Sasana Adhi Karsa Brebes, Kamis (10/8/2023).

Baharudin mengatakan, Ganjar dan Atikoh selalu kompak dalam penanganan stunting di Jateng, sehingga angka stunting di Jateng terus mengalami penurunan. Baharudin menilai, hal ini sangat penting untuk menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas, mengingat Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2045.

“Makanya bapak ibu semua, pemimpin juga harus peduli stunting,” kata Baharudin disambut tepuk tangan seluruh peserta sambil meneriakkan nama Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar Pranowo yang hadir dalam acara itu hanya tersenyum. Dia mengatakan, keberhasilan Jateng menurunkan stunting karena gotong royong masyarakat yang luar biasa. Selain itu, peran kader Posyandu juga sangat penting untuk mencapai keberhasilan itu.

Baca Juga :   Brebes Terima Hibah 1 Mobil Damkar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

“Semua itu bukan keberhasilan saya, tapi peran panjenengan semua para kader Posyandu yang hebat. Kalau kita terus dorong ini, maka persoalan stunting, AKI/AKB insyaallah bisa diselesaikan. Kita mesti bekerjasama,” kata Ganjar.

Merujuk Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), stunting di Jawa Tengah tahun 2018 sekitar 24,4 persen. Lalu turun pada 2019 menjadi 18,3 persen. Pada tahun 2020 turun lagi 14,5 persen, tahun 2021 menjadi 12,8 persen hingga pada tahun 2022 berada di angka 11,9 persen.

Baharudin menambahkan, selama ini Ganjar sangat perhatian pada ibu hamil, menyusui dan para kader posyandu. Menurutnya, cara itu sudah tepat dilakukan dan terbukti ampuh menurunkan angka stunting.

“Di Indonesia itu ada hampir 300 Posyandu dan 1,5 juta kader Posyandu. Kalau semua digerakkan dengan optimal, maka stunting di Indonesia bisa kita selesaikan,” tegasnya.