Tekno  

Jaringan 2G Masih Diperlukan atau Tidak? Ini Kata Kemenhub dan Operator Seluler

Tower dan Sinyal

Slawipos.com – Jaringan 2G Masih Diperlukan atau Tidak? Ini Kata Kemenhub dan Operator Seluler, Jaringan 2G merupakan jaringan seluler paling jadul yang saat ini masih dipakai di Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, jaringan 2G mulai dipertanyakan keberadaannya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merespon terkait isu dimatikannya jaringan 2G oleh para operator seluler. Sebelumnya, jaringan 3G sudah dimatikan oleh operator seluler untuk dialihkan ke layanan 4G.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong mengatakan bahwa pihaknya memberikan kebebasan kepada penyelenggara jaringan bergerak seluler untuk memilih teknologi yang sesuai dengan potensi permintaan dan strategi bisnis.

“Oleh karenanya penyelenggara seluler memiliki keleluasaan dalam memilih teknologi yang sesuai dengan potensi demand suatu wilayah dan strategi bisnis,” ujar Usman kepada detikINET, Jumat (4/8/2023).

Usman mengatakan bahwa Kominfo mendukung penyelenggara seluler yang terus berupaya meningkatkan penggelaran base transceiver station (BTS) baru untuk memperluas cakupan layanan broadband. Ia juga mendorong penyelenggara seluler untuk meningkatkan kualitas layanan dengan pemanfaatan teknologi yang lebih efisien dan efektif.

Baca Juga :   Google Tolak Perpres Publisher Rights, Kominfo: Bukan Pembatasan tapi Pengaturan

“Selain itu, apabila penyelenggara melakukan upgrade teknologi, maka penyelenggara wajib merencanakan, mensosialisasikan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya, agar layanan dapat dinikmati secara merata dengan selalu menjaga perlindungan bagi konsumennya,” tutur Dirjen IKP.

Sementara itu, beberapa operator seluler memiliki pandangan berbeda terkait jaringan 2G. XL Axiata berniat untuk mematikan jaringan 2G secara alami. Telkomsel berpendapat bahwa jaringan 2G masih diperlukan untuk kebutuhan telepon (voice) dan SMS, serta sebagian kecil pelaku lintas industri yang masih menggunakan perangkat Machine-to-Machine (M2M) yang belum sepenuhnya beralih ke perangkat 4G. Indosat Ooredoo Hutchison mendorong masyarakat memanfaatkan layanan 4G seiring semakin tingginya kebutuhan digital masyarakat Indonesia.