Wonogiri Raih Predikat Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia

Wonogiri Raih Predikat Berkelanjutan

Slawipos.com – Wonogiri Raih Predikat Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil meraih predikat sebagai Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia, dalam ajang Penghargaan UI Green City Metric Tahun 2023. Penghargaan ini diberikan oleh Universitas Indonesia (UI) kepada kabupaten atau kota yang memiliki kinerja terbaik dalam bidang keberlanjutan.

Penghargaan ini diterima oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Wonogiri, Heru Utomo, di kampus UI, Selasa (1/8/2023) malam. Ini merupakan kali pertama Kabupaten Wonogiri mengikuti pemeringkatan yang baru dilaksanakan dua kali oleh UI, yaitu pada tahun 2022 dan 2023.

Heru mengatakan, UI Green City Metric merupakan pemeringkatan yang mengajak pemerintah kabupaten atau kota untuk melakukan transformasi menuju kabupaten atau kota berkelanjutan, dengan menggunakan metrik yang terukur. Pemeringkatan ini juga menyediakan forum untuk saling belajar dan berbagi pengalaman di antara pemerintah kabupaten atau kota, khususnya dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan.

Heru menjelaskan, penilaian dilakukan melalui enam indikator utama dan 71 subindikator evaluasi kinerja tiap kabupaten atau kota. Enam indikator utama tersebut adalah Penataan Ruang dan Infrastruktur, Energi dan Perubahban Iklim, Tata Kelola Sampah dan Limbah, Tata Kelola Air, Akses dan Mobilitas, serta Tata Pamong/Governance.

Baca Juga :   Tim asesor UNESCO Revalidasi Geopark Gunung Sewu di Wonogiri

“Setelah dilakukan pemeringkatan total nilai, maka Wonogiri ditetapkan menjadi Kabupaten Paling Berkelanjutan se-Indonesia dengan total nilai tertinggi dari keseluruhan enam kategori tersebut,” ujar Heru.

Heru menambahkan, Kabupaten Wonogiri berhasil meraih nilai maksimal pada tiga kategori, yaitu Penataan Ruang dan Infrastruktur, Tata Kelola Sampah dan Limbah, serta Tata Kelola Air. Sementara itu, nilai terendah diraih pada kategori Akses dan Mobilitas.

Heru menyampaikan, prestasi ini menjadi motivasi bagi Pemkab Wonogiri untuk terus meningkatkan pembangunan dan pelayanan di bidang keberlanjutan. Ia juga berharap agar prestasi ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Wonogiri.

“Tentunya dari kekurangan-kekurangan yang masih kami miliki, kami akan melakukan koordinasi dan evaluasi lebih lanjut. Sehingga di masa depan dapat dilakukan perbaikan,” katanya.