PKK Masaran Gerak Cepat Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

PKK Masaran Gerak Cepat Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

Sragen – PKK Masaran Gerak Cepat Cegah Pernikahan Dini dan Stunting, Tim Penggerak PKK Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mengadakan sosialisasi tentang bahaya pernikahan dini dan stunting, di Sasana Krida Jaya, Desa Karangmalang Masaran, Selasa (21/11/2023). Kegiatan ini bekerja sama dengan Puskesmas Masaran dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen.

Camat Masaran, Suratman, mengatakan bahwa kecamatan yang dipimpinnya memiliki angka pernikahan dini tertinggi pada tahun 2020, yaitu 28 anak. Namun, berkat upaya sosialisasi yang intens, angka tersebut menurun menjadi 10 anak pada tahun 2023.

Suratman menyebut, pernikahan dini banyak disebabkan oleh pergaulan bebas di kalangan remaja, terutama yang berbatasan dengan Karanganyar. Ia mengatakan, pernikahan dini tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan anak, tetapi juga meningkatkan risiko stunting.

“Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami kekurangan gizi kronis, sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan otaknya. Stunting bisa mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.

Suratman berharap, seluruh kader PKK dapat aktif melakukan pemantauan, dan terus melaksanakan program PKK sampai ke tingkat RT. Ia mendukung seluruh kegiatan positif yang dilakukan Tim Penggerak PKK, dalam upaya pencegahan pernikahan dini dan stunting.

Baca Juga :   Warga Wonosari Terima 924 Sertifikat Tanah dari Program PTSL

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi tugas kader PKK. Ia mengatakan, kader PKK merupakan garda terdepan, yang bertugas langsung melayani masyarakat.

“Alhamdulillah tugas kader PKK sungguh luar biasa. Dari penurunan stunting, perbaikan gizi dan menekan angka kematian ibu dan anak, semua adalah harmonisasi tugas bersama dari berbagai pihak dan kader PKK yang luar biasa,” ujarnya.