Kampung Pisang Desa Kedungneng, Brebes Dongkrak Pendapatan Petani

Kampung Pisang Desa Kedungneng, Losari Brebes

Slawipos.com – Kampung Pisang Desa Kedungneng, Brebes Dongkrak Pendapatan Petani. Petani pisang di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, merasakan manfaat dari pengembangan kampung hortikultura yang didorong oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Dengan luas lahan sekitar 90 hektare, petani pisang di desa tersebut mampu menghasilkan pendapatan bersih hingga Rp 70 juta per hektare setiap panen.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengunjungi kebun pisang yang dikelola Gapoktan Mandiri Desa Kedungneng pada Jumat (21/7/2023). Ia mengatakan bahwa pisang dari desa tersebut memiliki kualitas tinggi dan diminati pasar. “Khusus Pisang Raja Nangka asal Losari ini sangat diminati pasar karena rendamannya lumayan tinggi sekitar 20%, sementara pisang sejenis dari daerah lain hanya 16-18%. Produktivitasnya bisa mencapai 30 ton per hektare dengan harga di tingkat petani Rp 3.500 – 5.500 tergantung musimnya,” ujarnya.

Prihasto menambahkan bahwa petani pisang di desa tersebut juga memanfaatkan bantuan pengembangan kampung pisang yang diberikan pemerintah, seperti benih, sarana produksi, dan bangsal olahan. Ia mengapresiasi ibu-ibu kelompok wanita tani yang mengolah pisang menjadi aneka keripik dan menjualnya ke berbagai daerah. “Dengan demikian menjadi penghasilan tambahan. Dinas Pertanian dan petani saya minta mengawal dengan baik supaya kegiatan positif ini bisa berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Banjir Rob Parah di Brebes, 1000 KK dan 800 Ha Tambak Terkena Dampak

Sementara itu, Direktur Perlindungan Hortikultura, Jekvy Hendra, menekankan perlunya sanitasi kebun pisang guna mencegah serangan hama dan penyakit. Ia menyarankan petani menggunakan trichoderma dari klinik-klinik PHT yang sudah ada dan membatasi akses keluar masuk ke kebun cukup satu pintu saja. “Sanitasi ini penting agar tanaman pisang tidak terkena layu fusarium,” bebernya.

Di sisi lain, Ketua Gapoktan Mandiri Losari, Munaji, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya Kementan atas perhatiannya terhadap pengembangan pisang di daerahnya. Ia mengatakan bahwa permintaan pasar pisang dari Losari sangat tinggi dan hasilnya lumayan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. “Kami berharap pemerintah terus mendukung kami agar bisa meningkatkan produksi dan kualitas pisang kami,” pungkasnya.