Soft Skills Lebih Penting dari IPK, Ini Pesan untuk Generasi Muda di Dunia Kerja

Soft Skills Lebih Penting dari IPK, Ini Pesan untuk Generasi Muda di Dunia Kerja

Pekalongan – Soft Skills Lebih Penting dari IPK, Ini Pesan untuk Generasi Muda di Dunia Kerja, Generasi muda yang ingin sukses di dunia kerja dan industri harus memiliki soft skills selain kemampuan akademisi dan kompetensi khusus. Soft skills adalah keterampilan yang berkaitan dengan prinsip dasar etika dan nilai-nilai moral terbaik. Soft skills dapat melindungi generasi muda dari krisis moral dan krisis ilmu.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, Mahbub Syauqi, dalam Kuliah Umum Politeknik Negeri Jakarta Program Studi Diluar Kampus Utama (PNJ PSDKU) Kampus Kota Pekalongan, di Ruang Jlamprang, Kantor Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Rabu Pekalongan(4/10/2023).

Ia mengatakan, soft skills sesuai dengan pernyataan Menteri Kemendikbud-Ristek RI, yang menyatakan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tidak menjadi hal utama di dunia kerja. Yang lebih penting adalah soft skills, seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. Ia mengatakan, pengembangan tenaga kerja tidak hanya fokus pada kemampuan saja, tetapi juga pada sikap dan karakter.

Baca Juga :   MPP Rembang Sukses Layani 55 Ribu Pengunjung, Bupati: Luar Biasa!

“Perusahaan lebih mencari orang-orang yang bisa berpikir kritis, memperbaiki masalah dengan baik, dan membangun relasi yang baik lewat penguasaan diri yang baik,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator PNJ PSDKU Kampus Kota Pekalongan, Aris Supriyanto. Ia mengatakan, pihaknya mendapat pesan dari berbagai perusahaan untuk meningkatkan kompetensi soft skills anak muda.

“Banyak yang mereka sampaikan tentang sikap, karakter pekerja. Ini penting dikenalkan, agar menjadi konsentrasi ke depannya. Tidak hanya masalah keterampilan, tetapi juga soft-nya. Artinya, perasaan, sikap dan lainnya, bisa lebih seimbang secara positif,” katanya.

Aris berharap, mahasiswa dan calon mahasiswa dapat menyiapkan kompetensi dan menguatkan karakter terbaiknya.

“Jika attitude kurang bagus, mereka juga akan sulit diterima dan mengembangkan karir di tempat kerja dan masyarakat,” pungkasnya.***