Slawi  

IBN Tegal Merambah Mancanegara, Kirim Mahasiswa ke Batam

IBN Tegal Merambah Mancanegara, Kirim Mahasiswa ke Batam

Slawipos.com – IBN Tegal Merambah Mancanegara, Kirim Mahasiswa ke Batam, Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal terus meningkatkan kualitas dan reputasinya di bidang pendidikan. Selain sudah dikenal di luar Jawa, IBN Tegal juga mulai mengeksplorasi kerjasama dengan lembaga-lembaga di mancanegara.

Hal ini disampaikan oleh Syamsul Falah, Kaprodi PGMI IBN Tegal, yang mewakili kampusnya dalam Muskernas ke-9 Persatuan Dosen PGMI se Indonesia dan International Conference. Acara tersebut berlangsung di Hotel Grage Cirebon pada 29-31 Juli 2023.

Syamsul mengatakan bahwa ia merasa bangga dan bersyukur bisa berpartisipasi dalam acara akademik yang bergengsi dan bermanfaat itu. Ia mengaku ini adalah pengalaman pertamanya menghadiri acara semacam ini.

“Acara ini menjadi bukti bahwa PGMI IBN Tegal tidak hanya diakui oleh masyarakat Tegal dan sekitarnya, tetapi juga mampu berkontribusi dalam forum yang bertaraf nasional atau bahkan internasional,” ujar Syamsul.

Syamsul berharap, dari acara ini ia bisa mendapatkan wawasan dan inspirasi tentang pengelolaan prodi PGMI di IBN lebih baik lagi. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Rektor IBN Tegal, Dr. Sepudin MA, yang telah memimpin kampusnya dengan baik.

Baca Juga :   Polres Tegal Gelar Pemeriksaan Kendaraan Bermotor Operasional Jelang Pemilu 2024

“Di bawah kepemimpinan beliau, IBN telah merambah mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengiriman mahasiswa IBN untuk mengikuti kegiatan KKN Integratif di Batam,” jelas Syamsul.

Kegiatan KKN Integratif tersebut merupakan salah satu program unggulan IBN Tegal yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar dan berkontribusi bagi mahasiswa di daerah-daerah yang memiliki potensi kerjasama dengan negara-negara tetangga.

Kegiatan Muskernas ke-9 Persatuan Dosen PGMI se Indonesia dan International Conference sendiri merupakan ajang konsolidasi dosen-dosen PGMI se Indonesia untuk merumuskan arah pendidikan, khususnya Guru MI dalam menjawab era 5.0.