Bisnis  

Pemutusan Hubungan Kerja Massal 10.000 Karyawan oleh Facebook Inc Dimulai

Meta Perusahaan induk Facebook, Instagram, WhatsApp

Slawipos.com – Pemutusan Hubungan Kerja Massal 10.000 Karyawan oleh Facebook Inc Dimulai, Facebook Inc, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Oculus, telah memulai putaran terakhir pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 10.000 karyawan di seluruh dunia. PHK ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi perusahaan yang diumumkan pada awal tahun ini.

Menurut sumber internal yang tidak mau disebutkan namanya, PHK massal ini akan berlangsung hingga akhir bulan Mei 2023. PHK ini akan mempengaruhi berbagai divisi dan fungsi di perusahaan, termasuk teknik, produk, pemasaran, penjualan, keuangan, dan sumber daya manusia. PHK ini juga akan berdampak pada kantor-kantor Facebook Inc di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, India, Indonesia, dan Brasil.

Sumber internal tersebut mengatakan bahwa PHK massal ini dilakukan karena Facebook Inc ingin fokus pada pengembangan teknologi metaverse, yaitu sebuah dunia virtual yang terhubung dengan dunia nyata melalui perangkat-perangkat seperti kacamata realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR). Facebook Inc berharap bahwa metaverse dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan di masa depan.

Baca Juga :   Menteri ESDM Tetapkan Kawasan Pertambangan Nuklir dengan Aturan Baru

Namun, PHK massal ini menuai banyak kritik dan protes dari para karyawan yang terkena dampaknya. Mereka merasa bahwa PHK ini tidak adil dan tidak transparan, serta tidak memberikan kompensasi dan bantuan yang memadai bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Mereka juga khawatir bahwa PHK ini akan mengurangi kualitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh Facebook Inc kepada pengguna.

Facebook Inc sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai PHK massal ini. Namun, sebelumnya CEO Facebook Inc, Mark Zuckerberg, telah menyatakan bahwa rencana restrukturisasi perusahaan ini adalah langkah yang diperlukan untuk menghadapi persaingan dan tantangan di industri teknologi. Ia juga mengklaim bahwa PHK massal ini akan memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk mengeksplorasi karier baru di bidang lain.