Slawi  

Sujud Syukur dan Santuni Anak Yatim, Guru Honorer Kabupaten Tegal Resmi Jadi PPPK

ilustrasi Guru honorer kabupaten tegal

Slawipos.com – Sujud Syukur dan Santuni Anak Yatim, Guru Honorer Kabupaten Tegal Resmi Jadi PPPK, Setelah menunggu selama satu tahun, akhirnya impian 1.453 guru honorer Kabupaten Tegal menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terwujud. Mereka resmi diambil sumpahnya oleh Bupati Tegal Hj Umi Azizah pada apel besar di halaman kantor Pemkab Tegal, Selasa (27/6/2023).

Para guru honorer yang kini berstatus PPPK ini berasal dari jenjang SD dan SMP. Mereka sebelumnya telah mengikuti tes komputer (CAT) tahap 1 dan 2 pada 2021 lalu dan dinyatakan lulus passing grade.

Namun, mereka belum mendapat penempatan sekolah hingga akhir 2021. Maka dari itu, mereka berjuang melalui jalur pengabdian agar bisa diangkat menjadi PPPK tanpa tes ulang.

“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari semua pihak, kami bisa diangkat menjadi PPPK dan sudah mendapat penempatan sekolah di Kabupaten Tegal,” kata Joko Waluyo Spd, salah satu perwakilan guru honorer yang juga Bidang Komunikasi Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Wilayah Kabupaten Tegal.

Baca Juga :   Mantan Kades Pangkah-Tegal dijatuhi hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa

Joko mengatakan bahwa para guru honorer yang kini menjadi PPPK ini rata-rata sudah mengabdi selama sekitar 15 tahun. Ia mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena bisa mendapatkan status yang lebih baik.

“Kami langsung sujud syukur saat diambil sumpahnya. Ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi kami,” ujarnya.

Selain itu, Joko juga menyampaikan bahwa para guru honorer akan menggelar tasyakuran, doa bersama dan santunan kepada anak yatim sebagai ungkapan rasa syukur mereka.

“Kami akan melaksanakan acara tersebut setelah kami dilantik. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas PL2KB untuk mengundang ibu hamil yang berisiko stunting sesuai permintaan Bupati,” katanya.

Sementara itu, Bupati Umi Azizah mengapresiasi langkah para guru honorer yang ingin melakukan doa bersama dan santunan anak yatim. Ia berharap agar para guru PPPK bisa meningkatkan kinerja dan kualitasnya dalam mengajar.

“Kami senang dengan inisiatif mereka. Semoga mereka bisa menjadi guru yang profesional, kompeten dan berdedikasi tinggi,” tuturnya.