Slawipos.com – Pengembangan Kawasan Pelabuhan Tegal Bekerjasama Dengan Lembaga Luar Negeri, Kondisi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Tegal dinilai sudah memprihatinkan. Selain terjadi pendangkalan, kini kolam pelabuhan juga sudah over kapasitas.

Bahkan saking penuh sesaknya oleh ratusan kapal nelayan yang sandar, pernah terjadi kebakaran kapal di pelabuhan hingga 2 kali dalam setahun.

Selain itu, pendangkalan kolam dan alur pelabuhan juga menyulitkan nelayan kecil yang terpaksa menarik paksa kapal kayu mereka agar bisa sandar di tepi dermaga.

Aksi menarik kapal kayu secara paksa menggunkan tenaga manusia itu sempat memakan korban jiwa hingga 7 nyawa nelayan melayang lantaran kecapaian yang amat payah.

Menyikapi hal itu pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) berencna melakukan renovasi dan pengembangan kawasan pelabuhan.

Menariknya, rencana pengembangan kawasan pelabuhan itu akan menggandeng lembaga asing dari Perancis dengan konsep pelabuhan yang berwawasan lingkungan (Eco-Fishing Port).

Dalam kunjungannya ke pelabuhan Kota Tegal belum lama ini, perwakilan KKP, Boma menegaskan, salah satu titik pengembangan pelabuhan berkelanjutan ada di Kota Tegal.

Baca Juga :   Muhadi Berharap Dedy Yon Tak Maju Lagi di Pilwalkot Tegal 2024

Boma juga membenarkan kaitan rencana kerjasama pengembangan kawasan pelabuhan dengan Perancis.

Namun demikian pihaknya mengakui belum bisa menyampaikan kepastian dari realisasi kerjasama itu.

Sementara Wakil Walikota Tegal HM Jumadi dalam keterangan persnya menyebutkan, sebagai daerah produsen hasil perikanan laut, Kota Tegal dapat dikatagorikan memiliki potensi yang lumayan besar.