Slawipos.com – Pemerintah Mengungkapkan Kekuatan Indonesia dalam Ancaman Resesi Ekonomi, Konflik antara Rusia dan Ukraina hingga pada saat ini berdampak ke berbagai sektor, dari energi hingga pangan.

Ditambah lagi dengan adanya penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain itu, di tengah adanya ancaman resesi ekonomi tersebut, APBN yang dimiliki Indonesia juga berkurang karena sejumlah megaproyek.

Meskipun demikian, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuga mengungkapkan jika Indonesia siap untuk menghadapi resesi ekonomi.

“Indikator paling nyata, hingga September 2022, neraca perdagangan Indonesia masih surplus USD39,87 miliar pada September 2022,” kata Jerry Sambuaga.

Jerry Sambuaga mengungkapkan jika pada saat pandemi, tidak penurunan di sektor perdangan meskipun banyak orang yang kehilangan pekerjaan.

“Aktivitas perdagangan Indonesia terpantau dari kinerja ekspor, justru mengalami kenaikan atau tidak pernah defisit. Berkaca dari kondisi lampau tersebut, kami optimisyis Indonesia mampu menghadapi resesi yang saat ini menjadi momok dunia,” ujar Jerry Sambuaga.

Selain itu, Jerry juga mengungkapkan kekuatan yang dimiliki Indoensia dalam menghadapi resesi ekonomi dan krisis global.

Baca Juga :   Menjelang KTT G20 PLN Pamerkan 2 PLTS dan 33 PV Rooftop di Bali

“Saat ini tercatat ada 70 persen ekspor merupakan produk industri yang sama artinya Indonesia sudah melakukan hilirisasi atau tak lagi hanya menjual barang mentah. Ini adalah kekuatan Indonesia untuk menjaga ketahanan negara,” ucap Jerry Sambuaga.