Slawipos.com – Operasi Pasar di Pemalang Sasar 10 Pasar Tradisional, Sebanyak 10 pasar tradisional menjadi sasaran kegiatan operasi pasar yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UMKM Perindag) Kabupaten Pemalang kerjasama dengan Perum Bulog Pekalongan.

Kepala Dinkop UMKM Perindag Hepy Priyanto melalui Kabid Perdagangan Eliyah Puspa Purwanti mengatakan operasi pasar diselenggarakan untuk menekan angka inflasi di daerah.”Angka inflasi di Pemalang ini mencapai di atas 6% karena itu ditindaklanjuti dengan operasi pasar,”kata Eliyah, Rabu (12/10).

Pemicu inflasi lanjut dia selain dari sektor transportasi juga kelompok makanan dan tembakau. Andil dalam inflasi antara lain bensin (0,773%), beras (0,150%), rokok kretek filter (0,088%), tempe (0,084%) dan angkutan antar kota (0,037%).

Adapun pelaksanaan operasi pasar di 10 pasar tradisonal antara lain Pasar Banjardawa, Paduraksa, Pelutan, Petarukan, Comal dan Ulujami. Kemudian di Pasar Bantarbolang, Randudongkal, Moga dan Belik. Dilakukan sejak September 2022 dan masih berlangsung sampai akhir Oktober 2022.

Baca Juga :   Tak Lama Lagi Air Bersih Banyumas Mengalir ke Pulosari

Sementara itu komoditas yang dijual dalam operasi pasar antara lain minyak goreng dalam kemasan kantong plastik, beras medium, beras premium, gula pasir polos, gula manis dan minyak goreng kemasan botol plastik.

“Dalam pelaksanaan di pasar, operasi berjalan lancar dan kondisinya berbeda antara pasar yang satu dengan lainnya dimana ada komoditas yang terjual habis dalam satu jam adapula yang butuh berjam-jam untuk bisa habis,”ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan operasi pasar ini digelar di daerah serentak secara nasional. Melalui operasi pasar ini diharapkan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat dapat kembali stabil.