Slawipos.com – Kantor Perwakilan BI Tegal Adakan operasi pasar murah di Alun-Alun Hanggawana, Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat siang, 7 Oktober 2022.

Kegiatan operasi pasar murah ini sekaligus untuk memeriahkan HUT ke 77 TNI. Ketika operasi pasar murah baru dibuka, ratusan emak-emak langsung menyerbu.

Mereka sengaja hadir untuk belanja beras, minyak goreng dan gula pasir. Panitia telah menyediakan sedikitnya 500 kupon untuk dibagikan kepada masyarakat.

Tidak sedikit emak-emak yang mengantre sambil menggendong anaknya untuk membeli sembako tersebut. Bahkan, bapak-bapak juga banyak yang mengantre.

Meski berdesakan, operasi pasar murah ini berlangsung tertib dan kondusif.

Deputi Kepala Perwakilan BI Tegal Dodi Nugraha mengatakan, operasi pasar murah ini merupakan kali kedua setelah Kota Tegal.

”BI bersinergi dengan TNI, Pemkab Tegal serta Bulog melaksanakan operasi pasar murah dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan,” kata Dodi.

Dia mengungkapkan, inflasi tahunan Kota Tegal yang mewakili eks-Karesidenan Pekalongan pada bulan September 2022 mengalami inflasi 1.09 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 7,18 persen (yoy).

Baca Juga :   Kota Tegal Gagal Terima Dana Insentif Daerah di tahun 2023

Hal itu menyebabkan inflasi Kota Tegal berada di atas inflasi Jawa Tengah sebesar 6,40 persen (yoy) dan inflasi nasional sebesar 5,95 persen (yoy).

Menurut Dodi, penyebab utama inflasi berasal dari kenaikan harga BBM bersubsidi.

”Dampaknya kepada masyarakat adalah menurunnya daya beli di mana kebutuhan harga pokok cenderung meningkat,” ujarnya.

Dia menyatakan, operasi pasar murah itu, menyediakan paket harga minyak goreng 1 liter Rp 9.500 dari harga pasaran Rp 12.500, gula 1 kg Rp 9.500 dari harga pasaran Rp 12.500, beras medium 5 kg Rp 35.000 dari harga pasaran Rp 45.000, gula 1 kg Rp 10.000 dari harga pasaran Rp. 13.500.

Sementara, Bupati Tegal Umi Azizah yang hadir dalam kegiatan itu berharap, operasi pasar murah ini bisa membantu masyarakat di tengah situasi yang serba sulit.

”Meneruskan arahan Bapak Presiden, saya meminta kepada jajaran TNI-Polri Pemerintah dan masyarakat untuk bersinergi menyukseskan berbagai agenda nasional dalam penanganan krisis pangan, krisis energi, dan krisis finansial,” kata Umi Azizah.

Baca Juga :   Kapolres Sidak ke Kantor Samsat Kota Tegal Memastikan Pelayanan Baik

Selain itu, lanjut Umi, juga untuk membantu kemandirian pangan, pengendalian inflasi, menjaga pertahanan dan keamanan agar masyarakat bisa berkarya optimal dalam menghadapi berbagai macam tantangan.

Dalam kesempatan itu, Umi Azizah juga menghendaki agar ibu-ibu untuk hemat belanja dan memanfaatkan pekarangan rumah dengan pangan lestari.

”Manfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman yang produktif dan pengolahan barang-barang bekas serta sampah diolah menjadi pupuk. Isi pekarangan dengan pangan lestari,” ucapnya.

Sementara, Ratmi (63), salah satu warga penerima manfaat mengaku senang dapat membeli sembako dengan harga murah. Selisih harganya sangat tinggi dibandingkan jika beli di warung.

“Selisihnya sekitar Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu. Lumayan lah, bisa dapat harga murah. Seneng,” kata warga Desa Kabunan ini.